Minggu, 25 Maret 2012

Holiday Writing Challenge Gagasmedia: A Happily Love


Hari Keenam

“Malvin?”

“Alia?” tanya mereka bersamaan.

“Ngapain disini?” tanya mereka bersamaan lagi.

“Hmm…, lo dulu yang jawab” ujar Malvin

“Oh, gue mau jalan-jalan aja. Suntuk gue didalam kamar. Lo?”

“Sama, gue juga suntuk. Gimana kalau kita main?”

“Main?”

“Iya! Main! Ayoo sini! Tadi waktu gue jalan-jalan gue nemuin sebuah perahu!” Malvin menggandeng Alia.

  Malvin dan Alia menuju sebuah pondok yang dekat dengan pantai tersbut. Namun pantai ini bukan pantai utama. Ini seperti sebuah danau tapi dari laut pantai. Malvin mengajak Alia menaiki perahu tersebut.

  Mereka terus mendayung sambil berbagi tawa dan cerita. Hingga sampai di tengah mereka berhenti untuk istirahat sejenak.

“Al?”

“Hmm…”

“Gue mau ngomong sama elo!”

“Iya, ngomong aja!”

“Gue gak tahu kapan perasaan ini muncul. Sebelumnya gue juga gak tahu apakah gue kena sindrom itu. Tapi ketika gue lihat lo, gue merasakan adanya suatu perasaan. Dan perasaan itu perasaan cinta. Al, gue suka sama lo!” ucap Malvin tersenyum.

  Alia tidak tahu harus berkata apa-apa. Dia mencium bibir Malvin sebagai jawabannya

 “Yoo, balik udah sore nih kayaknya!” ajak Malvin

Malam harinya

Tok…Tok…Tok..

   Seorang pelayan mengetuk pintu kamar Alia.

“Iya?”

“Saya hanya ditugaskan oleh seseorang untuk memberikan ini kepada nona. Permisi” pelayan itu pergi meninggalkan Alia yang masih terbengong-bengong. Alia kembali masuk dan membuka kotak tersebut. Ditemukannya sebuah baju malam yang indah sekali dan tidak terlalu mencolok serta sebuah pesan yang berisi “Aku tunggu di pantai sekarang. Jangan lupa pakai baju ini”

  Setelah mmembaca pesan itu Alia memakai gaun itu. Dia sedikit memakai make up seminimalis mungkin dan membuat wajahnya tampak sangat cantik. Dia tempelkan sebuah penjepit rambut berbentuk bintang yang sangat pas dikepalanya. Dengan sepatu high heelsnya Alia merasa sudah pas untuk pergi ke pantai tersebut.

  Dia pergi kepantai tersebut menemui orang yang dia cari namun tidak ada satu orangpun di pantai tersebut. Alia menghembuskan nafas kesal dan tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang. Yupz, Malvin.

“Malvin?”

“Iya?”

“Kamu ngapain ngajak aku kesini? Mana suruh pakai gaun lagi! Kamu juga pakaiannya kok tambah keren! Ups!”

“Sini, aku mau ajakin kamu pesta bakar ikan. Ini kan hari terakhir kita di Raja Ampat! Besok kan kita udah balik lagi ke Bandung!”

“Eh, bakar ikan? Asyik! Makan! Makan gurame!” seru Alia senang
   Mereka berdua asyik dengan pesta bakar ikan.

DER>>>DER>>>DER>>>DER

  Saat lagi asyik-asyiknya ada sebuah kembang api yang bertuliskan “May I be your fiancé? And give me a chance as your husband, Adelia Farina Putri Atmaja. I LOVE YOU” di langit yang penuh dengan bintang itu.

  Alia menangis. Dia sangat terharu dengan tulisan kembang api itu.

“Al, meskipun aku belum mengenalmu terlalu jauh izinkanlah aku untuk mengenalmu. Dan apabila kita cocok izinkanlah aku untuk berada disampingmu selamanya, Alia” ujar Malvin sambil memasangkan sebuah cincin sebagai simbol cinta sejati dan sebuah kecupan manis mendarat di bibir Alia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar