“Huaaaaa…….” teriakku tiba-tiba dengan nafas ngos-ngosan. Kulihat jam dinding dikamarku menunjukkan pukul 02.02. Huh, kenapa selalu jam 02.02? Ah, kalau aku sudah bangun sekitar jam segini pasti aku tidak bisa tidur lagi.
Ya, aku terkena Insomnia akut bisa dibilang begitu. Mungkin karena lampu kamarku yang berada diatas tempat tidurku sehingga membuatku susah tidur. Iya sih, lampu nya bisa dimatikan tapi adikku yang super bawel itu takut sama gelap. Alhasil, ya beginilah tidur dengan lampu yang menyala.
Aku jamin dalam waktu kurang dari 3 menit aku pasti sudah berkutak- kutik dengan yang namanya laptop. Benar, kan? Ternyata bukan 3 menit melainkan 2 menit. Fiuh, saatnya membuka facebook.
Masih sepi. Mana yang lain? Huh, bodohnya diriku. Jelas saja facebook sepi baru jam 02.05. Sekarang enaknya ngapain ya? Balik tidur lagi? Pasti enggak bisa. Yah, gimana ya enaknya?
Sambil mencari ide tiba-tiba mataku menangkap sebuah buku yang bertuliskan “About us”. Langsung saja aku ambil buku itu dan langsung saja aku teringat dengan buku itu. Yupz, buku alumni SMPku. Dan buku yang berisi tentang dia. Siapa lagi kalau bukan My First Love.
“Halaman ini! Tentang dia ya? Masih seperti anak kecil” ucapku pelan. Yah, sebut saja dia Mr. R. Halaman ini mengingatkanku tentang masa SMPku dulu bersama dia.
Flashback
“Aduh… Andra kamu jangan lari-lari dong! Capek tahu! Mau kemana sih?” tanyaku ngos-ngosan.
“Yeee! Orang aku mau ke kelasnya temenku. Dia kelas 3 reguler. Bisa dibilang lebih tua 1 tahun dari kamu. Ayo cepetan, ndut!” sambil menarik tanganku
“Huaa… Capke! Aku capke! Huhuhuhu…” eluhku sambil menarik-narik bajunya
“Payah kamu, baru lari-lari sebentar aja udah capek! Pantes aja tuh muka tembem!” ejek Andra kepadaku
.
“Apa??? Ah, tega kamu , Ndra. Awas aja ya, nanti aku kasih tahu si Meyla. Lihat saja nanti” balasku sambil berjalan mundur.
Brukk…..
Sepertinya aku menabrak seseorang. Kulihat kebelakang dan melihat ada seseorang yang berdiri didepanku. Matanya hitam dan alisnya tebal. Cakep itulah pendapatku tentang dia.
“Rezan…” teriak seseorang dibelakangku yang tak lain adalah Andra.
“Hei, Andra!” serunya sambil meliriknya sekilas lalu membantuku berdiri.
“Kamu tidak apa-apa?” tanya dia yang setahuku bernama Rezan
“Pastilah enggak apa-apa, lihat deh pipinya dia kan tembem” serobot Andra yang kutatap dengan mata melotot.
“Hahahaha… mana sih yang tembem? Menurutku dia imut kok” ucap dia sambil tersenyum kepadaku. Bisa dibilang mukaku saat ini malu. Yah, gimana enggak malu dibilang imut kayak gitu.
“IMUT? Hua..ha…ha…” tawa Andra membuat moodku jadi hancur.
“Rese lo, Ndra!” ucapku sambil manyun
“Oh, iya Rez. Kenalin dia …” ucap Andra terpotong
“Amabel Cherry Callysta ” ucap Rezan sambil tersenyum
“Huh, lo udah tahu dia Rez?” tanya Andra bingung
“Kalau soal tahu, belum lah. Gue tadi lihat bed namanya” jawab Rezan sambil menunjuk bednamaku
“Nah, Bel. Kenalin dia Rezan” Andra memperkenalkanku
“Rezan Dirgantara” ucapnya sambil menjabat tanganku
“Amabel Cherry Callysta, panggil Abel” jawabku membalas uluran tangannya.
bersambung ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar